Kode Etik Turnamen Yunior Tenis Lapangan

(Ist)

Oleh: Rices Jatra (Dosen Prodi Penjaskesrek FKIP UIR)

Tenis adalah suatu permainan yang menggunakan bola dan raket, dan dimainkan di atas lapangan persegi panjang yang memiliki permukaan datar atau rata. Bola adalah alat yang akan dipukul atau dimainkan sedangkan raket adalah alat yang digunakan untuk memukul bola. Seorang pemain tenis yang baik adalah pemain yang mampu memenangkan pertandingan-pertandingan yang diikutinya. Pemain demikian disebut sebagai petenis berprestasi. Pemain yang berprestasi selalu menunjukan sikap sportif dalam pertandingan dimana Menjadi seorang pemain tenis harus tahu dengan Aturan dalam pertandingan .

baca juga: Evaluasi Pencegahan Penyebaran COVID-19 di Lingkungan Pasar

 1. Namun terkadang masih banyak atlet yang belum paham mengenai aturan dalam pertandingan bisa dikatakan aturan sebagai pemain tenis.. Salah satunya mengenai kode etik turnamen yunior tenis lapangan. Sebagai  pemain tenis mulai dari junior sampai veteran harus tahu dengan peraturan permainan. Baik itu aturan permainan maupun aturan kode etik selama bermaian. Dengan menguasai peraturan permainan tenis maka akan memudahkan seorang pemain dalam bermain tenis dan juga untuk memperoleh kemenangan karna bisa memaksimalkan aturan dengan baik. Karna banyak hal yang harus diketahui oleh seorang pemain tenis sebagaimana yang dikatakan oleh (Sukadiyanto, 2005) musuh yang harus diatasi oleh setiap petenis selama dalam bermain urutannya antara lain adalah (1) ketinggian net, (2) garis, (3) lawan bermain, (4) wasit, dan (5) hakim garis. hal senada juga menurut (Juliantine, 2011)Selain faktor keterampilan tinggi yang harus dikuasai, juga diperlukan pengorbanan serta kemampuan untuk menghadapi masalah-masalah yang timbul dalam kegiatan berlatih dan bertanding. beberpa pendapat diatas harus diketahui oleh pemain apalagi aturan permainan tenis lapangan.

Manurut(Kasanah, Nur, 2013)Kode; yaitu tanda-tanda atau simbol-simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematis. Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Dari penjelasndiatas dapat diambil kesimpulan bahwa Kode etik yaitu Tanda atau simbol norma atau azas yang diterima oleh seseorang mapun kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat, kerja atau disuatu tempat aktivitas. bagi seorang atlet kode etik atlet dalam pertandingan adalah norma norma yang harus ditaati oleh seorang atlet dalam mengikuti pertandingan. Seorang atlet, perlu juga diatur kode etik seorang atlet dalam mengikuti pertandingan. Pendapat (Nurjaya, 2009)  Perilaku etis oleh atlet atletmengembnag bagian tanggung jawab mereka untuk pelaksanaan etis sistem dan untuk kelakuan pribadi mereka sendiri dan pendekatan pada olahraga mereka.

baca juga: Petani Menjerit Harga Cabe Dijual Murah, Cabe Kering Dapat Dijadikan Alternatif

. Dalam (ITF World Tennis tour Juniors, 2019) The International TennisFederation (ITF) promulgatesthis ITF Code ofConduct (Code) in order tomaintainfairandreasonablestandardsofconductby junior players, RelatedPersonsandtheorganisersofalltournaments, regional championshipsandinternationalteamcompetitionsincluded in the ITF World TennisTourJuniors, andtoprotecttheirrespectiverights, therightsofthepublicandtheintegrityofthe Sport ofTennis. ItF Word TennisTour menjelaskan bahwa Federasi Tenis Internasional (ITF) mengumumkan Kode Etik (Kode) ITF ini untuk menjaga standar perilaku yang adil dan wajar oleh pemain junior, Orang Terkait dan penyelenggara semua turnamen, kejuaraan regional dan kompetisi tim internasional yang termasuk dalam Tour Tenis Dunia ITF Juniors, dan untuk melindungi hak mereka masing-masing, hak publik dan integritas Olahraga Tenis. Hal senada juga ada dalam buku peraturan (ITF Junior Committee, 2018)JuniorsThe ITF promulgatesthis Junior Team Competitions Code ofConduct (Code) in order tomaintainfairandreasonablestandardsofconductbyplayers, RelatedPersonsandteamCaptainsatinternational junior teamcompetitionsandtoprotecttheirrespectiverights, therightsofthepublicandtheintegrityofthe Sport ofTennis. Dari dua hal pendapat diatas bahwa ITF menjelaskan bahwa kode etik berguna bagi pemain tenis, kapten team, Penyelenggara pertandingan, orang tua dan pelatih dengan adanya kode etik seorang pemain tenis akan mendapatkan keadilan yang sesuai aturan, sehingga tidak akan menerima hal yang merugikan dirinya sendiri baik di tournameninternational maupun turnamen nasional.Sehingga akan memudahkan atlet dalam meniti karis ke tingkat yang lebih tinggi.

Untuk sampai kepertandingan senior nasional seorang atlet sudah mulai bertanding dari junior sehingga disaatdiusia senior nanti meraka akan semakin mudah dlam mengikuti kejuaraan nasional. maka dari itu sangat dibutuhkan pengetahuan Kode etik Pertandingan Tenis pada Kejuaraan nasional. Diantaranya kode etik Turnamen Yunior Tenis Lapangan dalam aturan yang dibuat oleh PP PELTI tahun 2019 (PP PELTI, 2019) Sebagai berikut:

baca juga: Bagikan Deteksi Corona, Netizen ke Staf Khusus Presiden: Postingan Hoaks, Lo Digaji Uang Rakyat

1.    U m u m

a.    Aturan Ketertiban sangat diperlukan dalam setiap turnamen. Setiap pemain yang melanggar aturan ketertiban ini akan dikenakan sangsi. Hal ini diatur dalam Kode Etik Turnamen Tenis.

baca juga: Dua Dekade Seni Tradisi Minangkabau di BSTM Unand

b.    Pelanggaran dapat terjadi sebelum pertandingan dimulai, yaitu terlambat mengundurkandiri, dan pada saat pertandingan berlangsung, baik yang terjadi di dalam lapangan maupun di luar lapangan di sekitar area turnamen.

c.    Maksud dari penetapan Kode Etik Turnamen adalah untuk memelihara sportivitas dan kepribadian para pemain dimanapun mereka berada dengan tujuan agar pertandingan/turnamen terselenggara dengan baik, tertib dan lancar.

2.    Pengunduran Diri Peserta Turnamen ( Withdrawal)

a.    Batas waktu pengunduran diri/pembatalan pemain yang telah mendaftarkan diri kepada panitia adalah 7 hari sebelum hari pertama pertandingan (babak kualifikasi Tunggal) dimulai.

b.    Pengunduran diri yang dilakukan kurang dari 7 hari sebelum hari pertama pertandingan, akan dikenakan 5 (lima) angka hukuman, kecuali dengan alasan kesehatan (dibuktikan dengan surat dokter).

3.    Perilaku di Lapangan Pertandingan

Setiap Pemain yang akan mengikuti pertandingan pada dasarnya diwajibkan bertingkah laku sopan, jujur sportif dan berpenampilan profesional. Beberapa hal yang diatur khusus adalah :

a.    Ketetapan Waktu (Punctuality)

1)   Pertandingan harus berlanjut antara yang satu dengan yang lainnya tanpa penundaan. Pertandingan harus dipanggil sesuai dengan jadwal (order ofplay) yang telah diumumkan. Pemain harus sudah siap dalam 15 menit sejak pertandingan diumumkan dengan pengeras suara. Pemain yang tidak siap dalam 15 menit setelah dipanggil akan di default.

2)   Setiap Pemain yang tidak dapat bertanding atau melanjutkan pertandingan dengan alasan kesehatan/sakit, harus di tetapkan oleh dokter pertandingan dan dibuatkan Surat Keterangan Dokter oleh dokter pertandingan.

3)   Bagi Pemain yang tidak dapat bertanding pada pertandingan tunggal dengan alasan sakit atau cedera maka pemain tersebut tidak diperkenankan bertanding pada nomer ganda kecuali bila :

a.    Mendapat rekomendasi dari Dokter Pertandingan

b.    Jadwal pertandingan ganda tidak dijadwalkan pada hari yang sama.

b.    Pakaian dan Perlengkapan Pemain ( AttireandEquipment )

1)   Setiap Pemain diwajibkan mengenakan pakaian tenis yang rapih saat bertanding. Wasit atau Referee berhak untuk menyuruh pemain untuk mengganti pakaian yang tidak sesuai. Tidak diperkenankan memakai baju kaos oblong, celana jogging, atau senam dan celana panjang.

2)   Dalam pertandingan ganda, pasangan pemain diwajibkan mengenakan pakaian dengan warna dasar sama.

3)   Tulisan/Logo Sponsor atau Merk Barang pada pakaian ; Setiap Pemain tidak dibenarkan memakai pakaian yang bertuliskan nama/ gambar turnamen lain selain nama turnamen yang diikutinya saat itu. Tulisan/logo Sponsor atau Merk Barang dapat dikenakan dengan memperhatikan ketentuan ukuran sbb:

a)   Pada lengan baju; Satu tulisan/logo sponsor dengan ukuran 19.5 cm
2 ditambah satu tulisan/logo merk barang tsb. dengan ukuran standar tidak lebih dari 13 cm2 pada setiap lengannya. Jika baju tidak memiliki lengan (putri), maka 2 (dua) tulisan/logo sponsor dapat diletakkan di depan dengan ukuran standar masing-masing tidak lebih dari 13 cm2.

b)   Pada bagian depan, belakang dan krah baju; Maksimal 2 (dua) logo merk barang dengan ukuran standar masing-masing tidak lebih dari 13 cm2 di setiap lokasi.

c)    Pada celana atau rok bawah atau celana training; Maksimal 2 (dua) logo merk barang dengan ukuran standar masing-masing tidak lebih dari 13 cm2. Jika hanya satu logo maka ukuran dapat diperbesar menjadi 19.5 cm2.

d)   Pada kaus kaki dan sepatu; Maksimal 2 (dua) logo merk barang dengan ukuran standar masing-masing tidak lebih dari 13 cm2.

e)   Pada tas dan handuk; Logo standar dari produk alat olah raga pada setiap bagian ditambah dua tanda sponsor pada setiap tas, dengan ukuran tidak lebih dari 26 cm2.

f)     Pada topi, ikat kepala dan ikat pergelangan tangan; Satu logo standar merk barang (boleh tulisan) dengan ukuran tidak lebih dari 13 cm2.

c.    Pakaian Pemanasan ( AttiresofWarmingUp ) Pemain boleh mengenakan pakaian pemanasan dan pertandingan asal memenuhi ketentuan ketentuandiatas.

d.    Ganti Pakaian ( ChangetheAttires ) Pemain yang diketahui melanggar ketentuan di atas, harus segera diperintahkan mengganti pakaiannya sesuai dengan aturan Kode Etik Turnamen. Tidak diperkenankan menutup logo atau tulisan yang tidak sesuai dengan solasiban.

e.    Meninggalkan Lapangan ( LeavingtheCourt ) Selama pertandingan, setiap pemain tidak diperkenankan meninggalkan lapangan pertandingan tanpa ijin dari Wasit. Dalam kasus ini pemain dapat dinyatakan kalah (default) dan mendapat tambahan angka hukuman untuk kelalaiannya dalam menyelesaikan pertandingan.

f.     Kesungguhan Bertanding ( Best Efforts ) Selama mengikuti turnamen pemain harus berupaya dengan baik untuk memenangkan pertandingan, artinya pemain harus selalu bersungguhsungguh dalam setiap pertandingannya.

g.    Penundaan Tanpa Alasan Jelas ( UnreasonableDelays ) Setelah waktu pemanasan selesai, pemain harus memulai permainan sebagaimana diperintahkan Wasit. Dengan alasan apapun, permainan harus berjalan terus tanpa penundaan yang tidak masuk akal.

h.    Mengucapkan Kata Kata Kotor /Tidak Senonoh ( AudibleObscenity ) Pemain tidak boleh mengeluarkan kata kata kotor dan tak senonoh baik di lapangan pertandingan maupun di areal lokasi pertandingaan.

i.       Tindakan Tidak Senonoh ( VisibleObscenity ) Pemain tidak boleh membuat gerakan-gerakan/isyarat-isyarat yang tidak senonoh dalam bentuk apapun baik dilapangan pertandingan maupun di areal lokasi pertandingan.

j.      Petunjuk Sementara Bertanding ( CoachingandCoaches ) Selama pertandingan, Pemain tidak boleh menerima petunjuk (coaching) dari siapapun, dalam bentuk apapun.

k.    Berlaku Kasar Terhadap Bola ( AbuseofBall ) Pemain tidak boleh berlaku kasar terhadap dan dengan menggunakan bola (memukul /menendang/melempar dengan marah) sepanjang pertandingan. Apabila akibat tindakan tersebut mengakibatkan pihak lain terluka, pemain tersebut dapat dinyatakan kalah (default), dan harus menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

l.      Berlaku Kasar Dengan Menggunakan Raket atau Perlengklapan Lainnya
( AbuseofRacquetsorEquipment )

Pemain tidak boleh berlaku kasar terhadap dan dengan menggunakan raket atau perlengkapan Lainnya, dengan memukul, menendang atau melempar, baik di lapangan Pertandingan maupun di areal lokasi pertandingan. Apabila akibat tindakan tersebut mengakibatkan pihak lain terluka, pelaku tersebut dapat dinyatakan kalah dengan default, dan harus menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

m. Mengeluarkan Kata-kata Kasar ( Verbal Abuse ) Setiap saat Pemain tidak boleh mengeluarkan kata kata kasar, baik di lapangan pertandingan maupun di areal pertandingan.

n.    Berlaku Kasar Dengan Fisik ( PhysicalAbuse ) Pemain tidak boleh berlaku kasar dengan berkelahi, baik di lapangan pertandingan maupun di areal lokasi pertandingan.

o.    Berlaku Tidak Sportif ( UnsportmanlikeConduct Selama mengikuti turnamen, Pemain harus menjaga dirinya untuk bertindak/ bertingkah laku sportif, baik di lapangan pertandingan maupun di areal lokasi pertandingan.

p.    Tata Cara Penalti ( Poin Penalty Schedule )

Setiap pelanggaran terhadap Kode Etik di lapangan akan dikenakan penalti/ hukuman oleh Wasit, berupa :

 1) Penguluran/penundaan waktu bertanding

a) Pelanggaran pertama ......… Peringatan (warning)

b) Pelanggaran kedua dstnya .. Pemberian angka untuk lawan

2) Pelanggaran Kode Etik

a) Pelanggaran pertama .......... Peringatan (warning)

b) Pelanggaran kedua .............. Pemberian angka untuk lawan 

c) Pelanggaran ketiga .............. Pemberian Game untuk lawan

d) Pelanggaran keempat.......... Pemberian Game untuk lawan

e) Hanya seorang Referee yang dapat menyatakan Default seorang pemain

 q.    Permainan Ganda ( Double Event )

1) Angka Penalti / Dinyatakan kalah ( PointPenalties/Default ) : Untuk permainan nomor ganda, Angka Penalti dan atau dinyatakan kalah (default) yang dijatuhkan Wasit karena pelanggaran Kode Etik dikenakan untuk Pasangan ( Team )

2). Untuk Denda Angka Hukuman ( Fines ) : Hukuman pelanggaran Kode Etik lainnya dikenakan kepada perorangan/ anggota pasangan ganda yang melakukan pelanggaran, kecuali kedua pemain (pasangan ganda) sama-sama melakukan pelanggaran maka hukuman angka dikenakan kepada kedua Pemain.

r.     Upacara Pemberian Hadiah Setelah pertandingan final selesai, setiap Pemain yang bertanding di Babak Final harus menghadiri/mengikuti Upacara Pemberian Hadiah atau Upacara Penutupan, kecuali telah diberi ijin oleh Direktur Pertandingan atau Referee

s.     Judi dan Suap

1) Pemain tidak diperkenankan bertaruh atau berjudi yang berhubungan dengan turnament TDP. Pelanggaran atas ketentuan ini akan dikenakan hukuman skorsing 3 tahun tidak boleh mengikuti TDP Yunior maupun Umum.

2) Tidak seorang pemainpun yang boleh menawarkan, menerima, atau setuju untuk menawarkan atau menerima sesuatu yang bernilai dari seseorang dengan maksud mempengaruhi usaha pemain dalam pertandingan TDP. Pelanggaran atas ketentuan ini akan dikenakan hukuman skorsing 3 tahun tidak boleh mengikuti TDP Yunior maupun Umum.

4.      Tabel Angka Hukuman TDP Yunior

5.    Larangan Mengikuti Turnamen

Setiap Pemain yang dalam kurun waktu 12 bulan mendapat angka hukuman tertentu, tidak diperkenankan untuk bertanding di TDP dengan ketentuan sebagai berikut :

Jadi apabila pemain mendapatkan angka hukuman 12 maka tidak diperbolehkan ikut TDp sebanyak 2 kali pertandingan

Jadi Kode etik yaitu Tanda atau simbol norma atau azas yang diterima oleh seseorang mapun kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat, kerja atau disuatu tempat aktivitas. Sebagai  pemain tenis mulai dari junior sampai veteran harus tahu dengan peraturan permainan. Baik itu aturan permaianan maupun aturan kode etik selama bermaian. Agar pertandingan bisa berjalan dengan aman dan lancar serta sesuai dengan hasil yang diharapkan sangat diperlukan seorang atlet tahu tentang kode etik dalam permainan tenis. Atlet yang tidak tahu akan bermain sesuai pribadi mereka masingmasingtampa aturan. Untuk ikut bermain tenis harus bisa bermain dengan baik sesuai aturan, bagimereka yang tidak bisa bermain sesuai aturan maka atlet tersebut bisa saja mendapatkan Code Violation atau pelanggaran, sehingga kalau sering dilakukan pemain tersebut bisa kalah karna dapat pelanggaran penalti dan kalah. Manfaat kegiatan ini bagi Atlet mengetahui mengenai kode etik dalam pertandingan tenis lapangan, sehingga akan memudahkan atlet dalam mengikuti pertandingan. Bagi orang tua mendapatkan bahan sehingga memudahkan orang tua maupun pelatih memberikan pengetahuan mengenai etika dalam pertandingan.

Penulis: Khadijah