Permudah Pelayanan Publik, PN Lubuk Sikaping Gandeng TV Andalas

Ketua PN (Pengadilan Negeri) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Cut Carnelia SH. MM
Ketua PN (Pengadilan Negeri) Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Cut Carnelia SH. MM (Ist)

Oleh: Syafriadi

baca juga: Seorang PDP di Pasaman Dimakamkan dengan Protap COVID-19

Jurnalis dari Riau

“Lembaga peradilan pun tidak ketinggalan untuk mengikuti derap perubahan seiring dinamika masyarakat yang menuntut good governance sesuai dengan perkembangan zaman.”

baca juga: Polisi Amankan 91,5 Kilogram Ganja di Pasaman, Dua Pelaku Kabur ke Hutan

Cut Carnelia SH. MM, Ketua PN (Pengadilan Negeri) Lubuk Sikaping , Kabupaten Pasaman , mengatakan sebagai institusi publik,pihaknya terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Termasuk dengan memanfaatkan kemajuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang IT (informasi teknologi).

“Terakhir kita dari pihak PN Lubuk Sikaping menjalin kerjasama dengan TV Andalas,” kata Cut Carnelia kepada wartawan usai upacara peringatan HUT (hari ulang tahun) ke-74 Mahkamah Agung RI untuk tingkat PN Lubuk Sikaping , yang dipusatkan di halaman PN Lubuk Sikaping di Jalan Jenderal Sudirman Lubuk Sikaping , Senin (19/8/2019).

baca juga: Akui Kesalahan, Anggota DPRD Pasaman Minta Maaf

Upacara itu sendiri antara lain dihadiri oleh Wakil Bupati Pasaman Atos Pratama, Kapolres Pasaman , Kepala Kejaksaan Negeri Lubuk Sikaping dan unsur Forkopimda Pemkab Pasaman lainnya, termasuk pada OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkung Pemkab Pasaman . Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat.

Dijelaskan Cut, kerja sama dengan TV Andalas antara lain menyangkut publikasi atau penyiaran informasi tentang produk-produk Mahkamah Agung, termasuk kemudahan untuk mengakses produk-produk dimaksud. “Misalnya tentang sebuah aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk bisa membuat surat permohonan secara online,” katanya.

baca juga: Langgar PSBB dan Maki-maki Petugas di Agam, Kader Gerindra Pasaman Diberi Peringatan

“Misalnya surat keterangan tentang belum pernah dipidana,” ungkap Cut menambahkan. “Bagaimana tata cara untuk menggunakan aplikasi dimaksud, nah, masyarakat bisa mendapatkannya melalui TV Andalas,” tambahnya.

Intinya, menurut Cut, semuanya dimaksudkan untuk memberikan kemudahan pelayanan terhadap masyarakat.

Dikatakan Cut, pihaknya memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan sistem elektronik, karena sistem ini mampu memutus begitu banyak mata rantai pelayanan, yang pada gilirannya akan memberi banyak kemudahan bagi masyarakat untuk berurusan dengan lembaga peradilan, terutama di Kabupaten Pasaman .

Ia juga mencontohkan proses pendaftaran, pemanggilan para pihak dan penyerahan produk pengadilan, menurut Cut, bila dengan memanfaatkan sistem elektronik dipastikan akan mengalami banyak kemudahan dibandingkan dengan sistem konvensional yang dikenal selama ini, baik memudahan di segi pembiayaan maupun waktu yang dipakai untuk kepentingan dimaksud.

Saat upacara bendera, Cut Carnelia membacakan sambutan tertulis Ketua MA RI Prof. DR. M. Hatta Ali SH MH, yang menekankan hal yang sama. Dalam sambutannya, Ketua MA mengingatkan bahwa tuntutan untuk memangkas yang tidak efisien dan tidak efektif sudah merupakan keniscayaan di dalam masyarakat yang semakin adaptif dengan kemajuan teknologi dan informasi.

“Saat ini semua lembaga yang memberikan layanan publik dituntut untuk mampu menangkap perubahan yang terjadi di tengah masyarakat, serta mampu melakukan inovasi agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan masyarakat tersebut,” katanya.

Inovasi dalam konteks modernisasi layanan, menurut Ketua MA, merupakan hal yang penting sebagai pendorong bagi lembaga-lembaga yang memberikan pelayanan publik agar senantiasa responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta merupakan sarana perwujudan keterbukaan dan akuntabilitas lembaga publik kepada masyarakat.

“Lembaga peradilan pun tidak ketinggalan untuk mengikuti derap perubahan seiring dinamika masyarakat yang menuntut good governance sesuai dengan perkembangan zaman,” katanya. Cetak Biru Pembaharuan Peradilan 2010-2035, dikatakan, telah menekankan pentingnya restrukturisasi Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya.

Dikatakan, sasaran yang telah ditetapkan di dalam Cetak Biru Pembaharuan Peradilan 2010-2035 terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam bussines proces engineering Mahkamah Agung, telah diimplimentasikan ke dalam berbagai program dan aplikasi untuk memudahkan lembaga peradilan dalam pemberian layanan peradilan.

“Implementasi ini tidak lepas dari dukungan semua pemangku kepentingan yang berkomitmen memberikan prioritas tinggi dalam pemanfaatan teknologi informasi sebagai salah satu kunci untuk mewujudkan Visi Mahkamah Agung serta sarana untuk menjalankan misi badan peradilan,” kata Ketua MA, sebagaimana dibacakan Cut Carnelia.

Ditambahkan, dukungan dimaksud juga disertai penguatan pada kapasitas sumber daya, baik dari sisi finansial untuk melaksanakan berbagai kebijakan tersebut melalui persiapan infrastuktur pendukung, maupun dari sisi sumber daya manusia, yang diharapkan bisa memberi pelayanan yang maksimal bagi penerima layanan lembaga peradilan.

Penulis: Khadijah